HAL INSPIRATIF dari “CEO EXCHANGE”

Berdasarkan video yang kami tonton pada kegiatan mata kuliah Manajemen Pemasaran bersama Prof. DR. Ir. Ujang Sumarwan, MSc terdapat beberapa hal yang inspiratif dari kedua CEO baik dari Anne Mulcahy dari Xerox maupun Neville Isdell dari Coca Cola.

Anne Mulcahy yang merupakan orang yang sangat mencintai pekerjaannya, selalu menyukai tantangan dan mengambil tantangan yang ada di depannya. Sebagaimana ia diminta untuk menjadi CEO Xerox pada saat kondisi perusahaan di ujung tanduk dalam kesulitan keuangan. Ia selalu berkata “Yes” daripada “No”. Sikapnya yang selalu ramah dan menyapa seluruh karyawan di perusahaannya menjadi motivasi bagi seluruh karyawan untuk melakukan inovasi produk guna memenangi dalam persaingan bisnis yang ada. Kekuatan SDM Xerox yang memiliki keanekaragaman menjadi keyakinan bagi Anne untuk mendapatkan kandidat karyawan terbaiknya.

Begitupula halnya dengan Neville Isdell yang telah pensiun dari Coca Cola dipanggil kembali untuk menjadi CEO di perusahaan tersebut pada kondisi perusahaan yang kurang baik. Neville Isdell sangat memahami dan mengerti mengenai kondisi perusahaan dan karyawan (people) di perusahaan yang selama ini ia bekerja. Ia menuntut setiap people untuk focus pada pekerjaannya masing-masing dan berusaha mencari solusi untuk setiap masalah yang ada. Sesorang berbuat salah wajar, oleh karena itu ia berharap setiap karyawannya untuk jujur mengungkapkan fakta dilapangan tentang pekerjaannya baik positif maupun negative agar perusahaan tidak salah dalam mengambil kebijakan. Menurut Neville Isdell, setiap people harus menjadi pendengar dan pembicara yang baik. Dan ia mengumpamakan sebuah perusahaan (bisnis) ibarat permainan Rugby yang membutuhkan team work dan sikap focus dari setiap people yang ada dalam perusahaan

Dari pengalaman Anne Mulcahy dan Neville Isdell yang dipanggil kembali untuk memimpin perusahaan yang sedang diujung tanduk dapat diambil hal yang menjadi inspiratif kita adalah :

“ORANG DALAM PERUSAHAAN LEBIH MENGETAHUI APA YANG KURANG TEPAT DAN PERMASALAHAN DARI SUATU PERUSAHAAN TERSEBUT”

IMG_0041

KESAN PERTAMA KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN BERSAMA Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.

KESAN PERTAMA KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN
BERSAMA Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.

MARKETING CLASS
Lecturer
Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.
(www.ujansumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc.
Dr. Ir. Dodik Nur Rachmat, M.Sc.F.
Dr. Kirbandoko, M.S.M.
Dr. Ir. Mukhammad Najib, M.M.

Kuliah pertama yang di sampaikan Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc adalah mengenai topik “Marketing Plan” dimana dalam menyusun marketing plan dari suatu perusahaan kita harus mendefinisikan dahulu dari company profile dari perusahaan tersebut yang meliputi :
 Visi Perusahaan
 Misi Perusahaan
 Tujuan Perusahaan
 Struktur Organisasi Perusahaan
 Core Competency dan Suistanable Competitive Advantage Perusahaan
 Strategi Marketing Perusahaan
 Strategi Financial Perusahaan
 Dan lain-lainnya
Dalam Visi, Misi dan Tujuan perusahaan harus tergambarkan baik jangka panjang dan jangka pendek dari maksud perusahaan tersebut beroperasional. Dimana visi umumnya merupakan cita-cita jangka panjang dari suatu perusahaan dan sebaiknya memang terukur pencapaiannya. Adapun misi merupakan langkah-langkah yang dilakukan perusahaan untuk mencapai visi perusahaan tersebut melalui upaya-upaya jangka pendek dan menengah suatu perusahaan. Pada setiap tahun umumnya misi perusahaan tersebut dapat direview atau dirubah sesuai dengan situasi dan kondisi saat itu serta tantangan kedepan dari suatu perusahaan.

marketing plan2

Dalam marketing plan suatu perusahaan struktur organisasi perusahaan juga harus dibentuk dan disusun se-efektif dan efisien mungkin dengan pengaturan tugas dan tanggung jawabnya serta proses bisnis yang berlaku dalam perusahaan tersebut. Dimana struktur organisasi ini nantinya di isi oleh orang yang kompeten dalam bidangnya tersebut sehingga operasional perusahaan dapat berjalan dalam menghasilkan produknya.
Dalam strategy marketing perlu ditentukan juga oleh perusahaan dalam memasarkan produknya, apakah melalui pemasaran langsung, atau melalui distributor-distributor. Dalam hal ini penentuan segmentasi produk, target market, positioning produk, serta analisis competitor yang ada perlu dilakukan pengkajian sehingga strategi marketing produk tersebut dapat tepat sasaran dan meningkatkan penjualan (sales) dari produk tersebut.
Salah satu metode yang dilakukan dalam analisi suatu kondisi perusahaan dilakukan melalui analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat) disamping dapat juga dilakukan melalui Industri Analysis, Customer Analysis, ataupun analysis lainnya sehingga dapat dihasilkan strategi formula bagi suatu perusahaan dalam memasuki pasar dan bersaing dalam pasar persaingan sempurna tersebut.
Sangat menarik sekali hal yang dapat dipelajari dari Marketing Plan yang disampaikan Prof. Dr. Ir Ujang Sumarwan, MSc ini, dan banyak hal yang perlu didalami lagi untuk menambah pengetahuan dalam menyusun strategi-strategi marketing perusahaan dalam persaingan kedepan.

Text Book
Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.
Silahkan download e-book:
2015 01 BUKU Pemasaran Strategik Perspektif Perilaku Konsumen dan Marketing Plan
http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/files/2015/01/2015-01-BUKU-Pemasaran-Strategik-Perspektif-Perilaku-Konsumen.pdf

Buku Pemasaran Strategik

Sumarwan Ujang; Agus Djunaedi; Aviliani; H.C Royke; Jusuf Agus Sayono; Rico R Budidarmo; Sofyan Rambe. (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth and Share Holder Value).-Pemasaran Strategik: Strategi Untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham . Published byInti Prima, Februari 2009, ISBN 979-450-451-3 Please dowload link below for book preview:
Silahkan download e-book:
2009 UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – STRATEGI UNTUK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN

Buku Pemasaran Strategik2

Buku Pemasaran Strategik4

SINOPSIS
Pemasaran strategik menguraikan bagaimana sebuah perusahaan harus memahami konsumen, sehingga dapat menyusun strategi pemasarannya untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan guna meningkatkan kinerja perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.Pemasaran adalah memahami berbagai kebutuhan para pelanggan dan mengembangkan sebuah proposisi untuk menawarkan nilai yang superior. Melalui penyediaan nilai pelanggan yang lebih tinggi maka manajemen dapat memberikan dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi pula kepada para pemegang saham. Nilai suatu merek dagang terbentuk dari kepercayaan para pelanggan terhadap merek dagang perusahaan. Kepercayaan ini membentuk relasi antara merek dan pelanggan yang mendorong preferensi, loyalitas merek, dan keinginan untuk mempertimbangkan produk dan jasa baru yang ditawarkan perusahaan di masa depan dengan merek tersebut. Buku ini juga menguraikan bagaimana langkah-langkah untuk membangun ekuitas merek serta menjelaskan beberapa metode untuk mengukur ekuitas merek.

Dipostkan oleh : Mulyadi Koto
IMG_3101
http://mulyadi52e.blogstudent.mb.ipb.ac.id
kotomulyadi@gmail.com