EXPECTANCY THEORY Studi Kasus : Pengaruh Kepuasan Kompensasi Terhadap Turn Over Pegawai Sektor Kelistrikan PT. Indonesia Power

Manusia merupakan makhluk yang adaptif dan peka terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya.  Dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki, manusia berusaha untuk memenuhi dan mewujudkan segala apa yang diinginkan.  Dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki, manusia berusaha untuk berinteraksi dan bersosialisasi juga membentuk kelompok dan menjadi bagian dari suatu organisasi untuk memenui berbagai harapan organisasi tersebut.

Peran serta manusia dalam kelompok dan organisasi dinamakan sumber daya manusia.  Sumber daya manusia dipandang sebagai asset perusahaan yang penting, karena manusia merupakan sumber daya yang dinamis dan selalu dibutuhkan dalam setiap proses produksi barang maupun jasa.  Peranan sumber daya manusia dalam suatu organisasi sangatlah penting karena merupakan penggerak utama atas kelancaran jalannya organisasi.  Cascio dalam (Ferry, 2007) menegaskan bahwa manusia adalah sumber daya yang sangat penting dalam bidang industri dan organisasi, oleh karena itu pengelolaan sumber daya mencakup penyediaan tenaga kerja yang bermutu, mempertahankan kualitas dan mengendalikan biaya ketenagakerjaan.

Semakin meningkatnya pertumbuhan dan perkembangan perusahaan di Indonesia berdampak positif bagi masyarakat dengan semakin melebarnya peluang kerja sehingga akan mengurangi tingkat pengangguran.  Hal ini berakibat  pula semakin tinggi persaingan antar perusahaan.

Setiap organisasi selalu menginginkan para karyawan untuk dapat memberikan kinerja yang baik, karena hal ini akan berpengaruh terhadap kemajuan organisasi itu sendiri. Hal utama yang dituntut oleh organisasi dari karyawannya adalah produktivitas mereka yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh organisasi. Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan tersebut, beberapa diantaranya adalah motivasi.  Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam kegiatan bekerja seseorang. Tidak ada seseorang pun yang bekerja tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan bekerja.

Salah satu yang cara untuk dapat mempertahankan karyawan sebagai aset perusahaan adalah dengan memaksimalkan peran Expectancy Theory yang ditujukan kepada para karyawan perusahaan tersebut. Expectancy Theory berarti teori yang berhubungan dengan motivasi seseorang atau juga dapat diartikan sebagai teori harapan. Teori ini menyatakan bahwa intensitas kecendrungan untuk melakukan usaha dengan cara tertentu tergantung pada intensitas harapan bahwa kinerja akan diikuti dengan hasil yang pasti dan pada daya tarik hasil kepada seorang individu. Teori ini mengedepankan bahwa orang-orang akan termotivasi untuk melakukan hal-hal tertentu guna mencapai tujuan apabila mereka yakin akan tindakan mereka akan mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.

Teori Harapan atau Teori Ekspektansi (Expectancy Theory of motivation) dikemukakan oleh Victor H. Vroom pada tahun 1964. Teori pengharapan (expectancy theory) pada dasarnya merupakan fungsi dari tiga karakteristik yaitu persepsi pegawai bahwa upayanya mengarah pada suatu kinerja, persepsi pegawai bahwa kinerjanya dihargai (misalnya dengan gaji atau pujian) dan nilai yang diberikan pegawai terhadap imbalan yang diberikan.

Untuk menjalankan Expectancy Theory ini, seorang atasan atau bahkan sebuah perusahaan juga dinilai harus berhati-hati dalam prakteknya, karena jika ekspektasi atau harapan yang diberikan kepada karyawan tidak sesuai dengan yang diekspektasikan di awal, dikhawatirkan akan menjadi boomerang bagi perusahaan itu sendiri dan bahkan dalam kasus terburuknya, perusahaan tersebut akan kehilangan aset berharganya yaitu sumber daya manusia yang kompeten.Pengaruh Kepuasan Kompensasi Terhadap Turn Over Pegawai Sektor Kelistrikan PT Indonesia Power

Isu Etnis Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi

Isu Etnis Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi

  • Karakteristik yang melekat pada setiap etnis senantiasa mempengaruhi bidang pekerjaan yang dijalankannya. Etnis tertentu mendominasi beberapa bidang pekerjaan dan terdapat etnis lainnya yang menjadi minoritas pada beberapa bidang pekerjaan. Contoh kasus pada etnis Batak dan Minangkabau menunjukan aplikasi dari karakteristik yang melekat pada etnis tersebut. Faktor penyebab dominansi etnis ini pada bidang pekerjaan sebagai pengacara dan pedagang adalah latar belakang dari adat dan budaya daerah.
  • Namun beberapa kasus menunjukan bahwa etnis minoritas di suatu wilayah justru dapat berkembang bahkan memimpin etnis lainnya dengan baik dan sukses. Seperti pada kasus etnis Jawa di Sumatera Utara, Sunda di Militer Indonesia dan Tionghoa di Jakarta.
  • Tingkat kedewasaan dan juga penerimaan masyarakat yang menjunjung persatuan menjadikan semua anak bangsa dimana berada bisa berhasil mendapatkan tempat dan perhatian masyakarat sekitar, ini menjadi barometer persatuan dan kesatuan bangsa diantara keragamaan dominasi putra daerah atau kesukuan disuatu daerah.